[Fanfic: ToraxReader] Miss Playgirl and Mr. Playboy

Title: Miss Playgirl and Mr. Playboy
Author: Haru Sugitani
Pairing: ToraxReader
Genre: Au, friendship, romance
Rating: PG
Warning: bahasa amburadul, gaje dll
A/N: Cerita yang udah lama dibuat. Sebenernya pairingnya itu KenxSakura (karakter original) tapi entah kenapa pengen dibikin jadi ToraxReader XDD

==========================

Aku sangat kesepian. Sejak kecil aku selalu ditinggal kedua orang tuaku bekerja. Karena itulah aku selalu mencari pelampiasan rasa sepiku ini pada laki-laki. Tapi aku tidak pernah sungguh-sungguh menyukai mereka, aku menganggap mereka semua mainan. Entahlah mereka semua sama, tidak bisa memberiku kebahagiaan. Mereka hanya suka statusku sebagai model dan anak pengusaha kaya.

Tapi dari sekian banyak laki2 itu hanya satu orang yang aku anggap sebagai ‘pacar’. Dia adalah temanku dari SMP. Dia juga suka mempermainkan orang, alasannya karena dia sudah dijodohkan dari kecil, karena itu dia bersenang-senang dengan banyak perempuan. Hingga pada akhirnya nanti menikah dengan gadis pilihan orang tuanya.

Semuanya berawal saat satu tahun yang lalu, kami baru saja masuk SMA dia tiba2 bicara..

“Bagaimana kalau kita pacaran?”

sontak aku kaget mendengarnya dan tertawa. Tapi sepertinya asyik juga pacaran dengannya.

“Tapi tak ada larangan mendekati orang lain ya?” tanyaku iseng padanya, karena aku tahu dia hanya main-main.

“oke my lady” Ucapnya lalu mengecup tanganku.

Jadilah kami sepasang ‘kekasih’ paling serasi (aneh) satu sekolahan. Aku yang playgirl, seorang model dan anak pengusaha kaya bersanding dengan playboy pewaris perusahaan besar.

“Hei..” ucap seseorang dari belakang.

“ah Shinji, kau mengagetkanku saja,”

Dia lah sahabat sekaligus ‘pacarku’ ,Amano Shinji.

“Sedang apa kau duduk sendirian di taman sekolah? Nanti ada yang menculikmu lho~”

“Entahlah aku sedang memikirkan banyak hal.”

“Bolehkah aku tau apa yang sedang kau pikirkan?” tanyanya sambil berjongkok dihadapanku.

“hmm bagaimana ya~”

“ayolah~”

“Buat aku tertawa dulu! Tapi jangan gelitik a-” sebelum aku selesai bicara dia melumat bibirku.

Dia menggigit bibir bawahku meminta jalan. Aku pasrah saja, kubiarkan lidahnya masuk. Dia mengajak bermain, tapi aku sedang malas, kubiarkan saja dia bermain-main dimulutku. Akhirnya dia menyerah dan melepaskan ciumannya.

“Doushite?” tanyanya lirih sambil menyeka sisa saliva dibibirnya.

“Aku sedang malas, lagi pula aku menyuruhmu membuatku tertawa, bukan menciumku!!”

“Gomen ne~ habisnya bibirmu manis sekali, aku tidak tahan untuk tidak menciummu~” Jawabnya sambil terkekeh.

“Dasar setan cium!!” ucapku ketus.

Walaupun kami tidak saling suka dan hanya main-main, kami sering sekali berciuman. Yah sekedar menghilangkan penat.
Tapi walaupun sering berciuman, kami tidak akan pernah melakukan sex. Dia tidak mungkin menodai sahabatnya sendiri. Walaupun entah berapa perempuan yang sudah dia tiduri.

“jadi?”

“apa?”

“ayo cerita~” rengeknya sambil menggenggam kedua tanganku. Ya ampun wajahnya manis sekali kalau sedang memohon.

“Aku berpikir kapan aku dapat merasakan cinta yang sesungguhnya.” dia terdiam dan menatapku serius.

“hiks..jadi selama ini kau tidak sungguh-sungguh mencintaiku? Padahal aku sungguh2 mencintaimu,”

Apa katanya barusan? Kupukul kepalanya keras.

“aww~ ittai ne!” lirihnya sambil memegang kepalanya.

“rasakan!!”

“kenapa memukulku?”

“habisnya kau bicara bodoh!”

“hehe..gomen ne aku hanya bercanda.” lalu dia berdiri dan duduk disampingku.

“kenapa tiba-tiba berpikir seperti itu?” tanyanya padaku.

“Entahlah Shinji disini terasa kosong…” ucapku sambil meletakan satu tangan di dada kiriku.

“kau juga seperti itu?”

“maksudmu?”

Lalu dia mengubah posisi dudukku jadi dipangkuannya, aku duduk membelakanginya.

“Hatiku juga hampa ..” ucapnya seraya memposisikan kepalanya dipundakku.

“tapi suatu saat nanti,” dia menggenggam tanganku dan menempelkannya di dadaku.

“Hatimu ini akan diisi oleh seseorang, kau harus percaya itu, dan menanti datangnya hari dimana kau bertemu dengan seseorang itu. Karena setiap orang sudah ditakdirkan mempunyai pasangan.”

Entah kenapa hatiku terasa lega dan tenang mendengarnya. Aku suka dia karena ini, tapi rasa sukaku sebagai sahabat bukan pacar.

“Shinji..” kubalikan badanku hingga kami saling berhadapan.

“Maka dari itu, sampai saatnya kau bertemu dengan seseorang itu. Kau harus mengisi hatiku ini ya?” ucapnya serius memandangku seraya menempelkan tanganku di dadanya.

“iya,” jawabku seraya mengecup bibirnya lembut.

“Terima kasih Shinji, aku menyayangimu, sangat menyayangimu.” lalu kupeluk dia. Dia membalas pelukanku erat.

“sudah hampir malam, ayo kita pulang.” ajaknya setelah melepas pelukannya.

“tapi aku ingin jalan2 dulu! Temani aku yah~ aku takut ada yang menculikku,” pintaku dengan bercanda.

“Ok my lady~”

Aku percaya akan hari dimana aku akan bertemu seseorang yang akan mengisi hatiku. Aku percaya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: