Alice in Kindergarten

Title: Alice in Kindergarten
Author: Haru Sugitani
Genre: Humour (fail)
Rating: G
Warning: GAJE. Cerita ga nyambung, bahasa amburadul dan lain-lain.

==========================

Shou adalah seorang murid TK yang berusia lima tahun. Dia sangat suka sekali pergi ke TK. Bukan karena teman-temannya yang menyenangkan atau suka belajar hal baru, tapi karena dia menyukai guru TK-nya. Mei-sensei adalah cinta pertama Shou. Dia seorang wanita yang sangat cantik dan mempunyai kaki yang panjang –Shou suka orang yang berkaki panjang.

Tapi, hari ini dia sangat tidak bersemangat pergi ke TK. Karena satu-satunya alasan untuknya pergi ke TK sudah tidak ada. Kemarin Mei-sensei meninggalkannya, mencapakannya demi laki-laki lain –itulah yang ada dipikiran Shou. Mei-sensei akan menikah minggu depan.

Kalau tidak ada ancaman “tidak boleh minum susu kedelai” oleh ibu-nya, mungkin dia hanya akan mengurung diri di kamarnya sekarang. Dasar anak jaman sekarang, begitu pikir ibu-nya.

“Shou-kun jangan nakal yah, besemangatlah!” ucap ibu-nya sembari mengelus kepala Shou.
Tanpa menjawab Shou langsung masuk ke kelasnya.

========================

Begitu masuk ke dalam kelas Shou sudah disuguhi pemandangan yang sama setiap harinya. Membosankan. Saga yang terus-terusan dikejar-kejar oleh Tora yang mengajaknya bermain nikah-nikahan. Nao yang bermain masak-masakan bersama Kai. Ruki yang duduk dipojokan kelas sambil mengajak bicara boneka kesayangannya Chucky, dan yang lainnya. Bosan.

“huft ..” Shou menghela napas panjang.

“Chou-kuuuuuun, torong aku!” Teriak Saga sambil menarik seragam Shou dari belakang. Saga bersembunyi dibalik badan Shou.

“Kenapa?” Tanya Shou dengan muka datar.

“Tola telus mengikutiku, aku takut.” Jawab Saga sambil mengencangkan genggamannya diseragam Shou.

‘ah, seperti biasanya,’ ucap Shou dalam hati.

“Minggir kau Chou!” Ucap Tora lantang.

“Tenang saja tuan putli, aku akan melindungimu.” Ucap Shou membuat efek blink-blink dimata Saga. Saga pun jadi berkyaaaa ria.

Shou terpaksa berakting seperti itu, kalau tidak Saga akan menangis. Shou paling benci suara berisik.

“Minggil Chou!” kata Tora yang sekarang sudah memegang pedang-pedangan yang entah darimana datangnya.

“Tidak cemudah itu macam ompong!” ujar Shou balik menodongkan pedang-pedangannya.

Terjadilah pertarungan antara Shou dan Tora yang memperebutkan Saga – itulah yang dipikirkan Saga.
Seperti yang sudah-sudah, yang memenangkan pertarungan itu adalah yang mulia pangeran Shou.

“cakiit” Rintih Tora.

“lacakan!” Kata Saga lalu memeluk Shou erat.

Drama itupun terhenti saat kepala sekolah memasuki kelas. Semua anak-anak duduk dikursi-nya masing-masing.

“Anak-anak hari ini kalian kedatangan guru baru lho.” ucap kepala sekolah.

“Tidak mau, aku mau Mei-cencei titik!” Teriak Shou dengan muka cemberut.
“Tidak ada yang bica menggantikan Mei-cencei!” Lanjutnya lalu memalingkan tubuhnya membelakangi sang kepala sekolah.

“Chou-kun tidak boreh begitu,” kata Saga. “kan ada aku pengganti Mei-cencei dihatimu.” lanjutnya dengan muka merah. Gombal sekali Saga ini.

Tanpa mengiraukan Shou, kepala sekolah memanggil guru baru tersebut. “Ogata-san silahkan masuk,”

Kemudian munculah seseorang yang berpostur pendek, dengan rambut pirangnya yang sepertinya lembut jika disentuh. Semua anak-anak terkesima, kecuali Shou yang tengah duduk membelakangninya.

“Selamat siang anak-anak, namaku Ogata Hiroto, salam kenal!” Ujar Hiroto-sensei riang.

Semua anak menjawab salamnya dengan riang juga.
Merasa dihiraukan Shou pun membalikan badannya. Seketika muncul bunga sakura entah darimana padahal sekarang adalah musim gugur. Muka Shou langsung memerah. Sepertinya dia menyukai guru barunya ini. Cinta pandangan pertama?
Shou sudah move on rupanya.

“Cencei!! Mau kah kau menjadi pendampigku?” Ujar Shou lantang membuat suasana kelas jadi riuh.

Kepala sekolah menepuk jidatnya. Saga menangis. Tora ber”yes”ria penghalang cintanya dengan Saga sudah tidak ada lagi.

“eh?” Hiroto kehilangan kata-kata. Ditembak muridnya dihari pertamanya mengajar. Terlebih lagi oleh anak laki-laki. Kecil-kecil sudah maho. Begitu pikir Hiroto.

======TAMAT DENGAN TIDAK ELITNYA=========

AN: GAJEJJE GAJEEEEE. Buat Tanti maaf ga gw rombak lagi /terjun.

Advertisements

4 Responses to “Alice in Kindergarten”

  1. eritonooka Says:

    aduh mihh.. sakit perutku baca ini..XD *ngakak kejer*
    pas bagian Tora ngajakin Saga nikah, Ruki main sama Chucky sama yang terakhir ni, “kecil-kecil udah maho”. nista nista nista XD

    • Makasih sudah baca! *ketcup basah*
      kamu tau kan itu si Ruki beberapakali pernah ngeshare gambar si Chucky tengah malem? Asli itu horor banget =A=

      iya Shou kecil-kecil udah maho, tapi siapa sih yang ga maho kalo liat pon? /digaplok

  2. YouseiRanka Says:

    Kampret!!!! Gw ngakak jungkir balik, enchoooo lu udah bagus” demen kaki panjang, begitu move on lu langsung mahooo xDDDDDDDDDD
    Dan itu apa banget tora lu juga sama kecil” udah gay, moso saga di ajakkin maen nikah”an, dan yg bikin gw ngakak pas saga nangis kejer dan tora beryes ria ketika encho nembak mpon on the spot xDDDDDDDDDDDDD

    • Dia mah emang ga konsisten orang nya kan? Udah bilang suka cewe kaki panjang, eh bilang asal cewe ga apa-apa. Tapi jatoh nya ke Pon juga kan, pendek cowo pula wkwkwk /dzigh

      itu satu TK maho semua bray :33

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: