Archive for Shou

Seafood dan Shou-yan.

Posted in Random with tags , , , , , on 12/12/2013 by Harucchi

tadi ga bisa streaming Alice9 Channel karena laptopnya masih diopname *bedo’a biar cepat sembuh* jadinya cuman mantau TL sama Tumblr deh huuuu

Jadi tadi liat transletan Alice9 Channel dari TL si Mish :* *cium Mish dari jauh*
ada yang menarik dari Alice9 Channel tadi.
Jadi kan kemaren mereka live di Nagoya, nah ngobrolin ini deh

Tora: *nulis Shou-kun gomen*

Hiroto: eh? Mau ngomongin itu? Shou mungkin nonton…

Tora: kemarin makan banyak di Nagoya, budget habis buat itu..

Hiroto: di Nagoya …

Tora: pas Shou ga ada kita mikir buat makan seafood

BUAHAHAHAHAHAHAHA KASIAN AMAT KALIAN!! *dilempar sendal*
kasian yah mereka ga bisa makan seafood kalo ada Shou, jadi kesempetan deh Shou ga da langsung kalap makan seafood lol
makanya Tora nulis “Shou-kun gomen”
Shou ini kalo nonton pasti marah deh berani-beraninya makan seafood fffttttttttt
FYI: Shou ga suka makan seafood :p

Advertisements

[Fanfic] Alice in Kindergarten #2

Posted in Fanfic with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on 11/01/2013 by Harucchi

Title: Alice in Kindergarten
Part: 2
Author: Haru Sugisani
Genre: Au. Humour (fail)
Rating: G
Pairing: silahkan temukan sendiri #plak
Warning: bahasa amburadul, gaje dll
A/N: hell yeah ini lanjutannya! Kali ini Hiroto pemeran utamanya XDD

==========================

“Maukah cencei menjadi pendampingku?” Perkataan Shou ini berhasil membuat satu kelas menjadi ribut.
Pasalnya Shou kan sedang galau ditinggal Mei-sensei, kok sudah move on?! Sama laki-laki lagi!
Ditambah lagi dia yang paling ‘normal’ diantara murid yang lain.

Hiroto pun hanya terdiam dengan mata yang membulat. ‘apa-apaan anak ini? Kecil-kecil sudah maho begini?!’

“Nah Hiropon, aku serahkan padamu yah.” sang kepala sekolah sekaligus merangkap kakak sepupu Hiroto itu pun pergi meninggalkan kelas.

“Tu-tunggu Naoki-saaaan.”

blaam. Pintu tertutup.

‘Bagaimana ini? Ini pertama kalinya aku mengajar’ Hiroto doki doki tidak karuan. Dia cemas tidak bisa mengajar dengan baik. Pasalnya dia itu hanya seorang mahasiswa semester dua di jurusan fotografi. Tidak nyambung?

Hiroto sebenarnya dipaksa oleh kakak sepupunya Naoki, untuk sementara menggantikan salah satu guru di TKnya sebelum guru yang baru datang. Awalnya sih Hiroto menolak, tapi setelah diembel-embeli akan diberi kamera keluaran terbaru akhirnya dia setuju saja.

“Jadi bagaimana cencei?” terdengar suara yang membuat Hiroto sadar dari lamunannya.

“EEEEEHHH?!” Hiroto kaget.

“cencei, jadi mau menelimaku tidak?” Tanya Shou sambil menarik-narik celana Hiroto.

“Dengar nak, aku tidak bisa menerimamu.” ucap Hiroto sambil menyentuk puncak kepala Shou.
“Sekarang kembali duduk.”
Shou cemberut lalu duduk dikursinya.

Hiroto menarik napas nya dalam-dalam. “Baiklah anak-anak, karena aku sudah memperkenalkan diri, sekarang bagaimana kalau giliran kalian yang memperkenalkan diri kepadaku?” Ujar Hiroto dengan ceria.

“Baik cenceeeei!” Kompak semuanya.

“Dimulai dari kamu yah,” Hiroto menunjuk salah seorang murid yang berambut hitam dengan bibir yang mirip seperti bibir ikan gurame.

“Aku?” Tanya anak itu. Hiroto mengangguk mantap.

“Halo cencei, namaku Shiroyama Yuu. Sepelti yang cencei liat, aku ini sangat kelen kan?” ucap anak yang bernama Aoi dengan narsisnya lalu kembali duduk dikursinya.
Hiroto hanya tertawa melihat tingkah Aoi itu.

“Selanjutnya,” Ucap Hiroto.
Lalu berdirilah salah seorang anak yang bangkunya disebelah Aoi.

“Halo cencei, namaku Matsumoto Luki. Dan ini Chucky boneka kesayanganku.” anak yang menyebut dirinya Luki itu pun mengangkat boneka Chucky nya. Hiroto bergidik ngeri melihat boneka menyeramkan itu.

“salam kenal Luki-chan” ucap Hiroto dengan muka horor.

“Luuuki cencei, Luuuki!!” protes anak itu.

“Iya, aku kan bilang Luki.”

“Bukan namaku L-U-K-I!!” anak itu berteriak frustasi.

“maaf sensei, aku mau menyela sebentar. Namanya Ruki bukan Luki. Karena cadel dia tidak bisa menyebut namanya dengan benar.” celetuk seorang anak yang kebetulan tidak cadel.

“oh? Aku minta maaf Ruki-chan.” Hiroto membungkuk meminta maaf. Ruki hanya menggembungkan pipinya.

“celang gililanku! Namaku Mulai Naoyuki, cencei bica memanggilku Nao. Aku cangat cuka cekali makan, impianku membuka lestolan yang becar dan Kai-kun menjadi kokinya!” ujar Nao bersemangat.

“salam kenal Nao-chan. Selanjutnya,”

“Salam kenal sensei. Namaku Uke Kai. Walaupun namaku Uke tapi sebenarnya aku ini seme nya Nao. Aku sangat ingin menjadi koki nomor satu. Terimakasih.” Ujar anak yang tidak cadel tadi memperkenalkan dirinya yang berhasil membuat Hiroto syok.

‘apa-apaan ini?! Darimana dia tau istilah seme uke?!’

“haro cencei. Namaku Amano Tola. Cita-cintaku ingin menjadi guru seperti cencei. Dan menikahi Cagacchi hehe” ucap Tora yang berhasil membuat sebuah buku melayang kekepalanya dari arah Saga.

‘ya Tuhan ada apa dengan anak-anak ini?’ Hiroto sudah tidal tahu lagi harus berbuat apa.

“namaku Cakamoto Caga. Aku sangat menyukai Chou-kun, jadi jangan coba-coba melebutnya daliku.” Saga mendelik. Hiroto headbang.

“Namaku Kohara Chou. Aku cangat cuka dengan orang yang imut ceperti cencei hee.” muka Shou bersemu merah.

‘ YA TUHAN TOLONG HAMBAMU INI!!’ Hiroto sekarang sedang mojok.

***

Akhirnya perkenalan yang amat panjang dengan 20 muridnya sudah selesai.

“Pesan sensei mulai dari sekarang kalian harus mencari teman perempuan, kalau bisa jadikan pacar!” Ujar Hiroto saking stres nya menyuruh anak 5 tahun untuk mencari pacar ckckck.

“Tapi tidak ada anak perempuan disini sensei!” Ujar Kai.

“eeh?” Dan Hiroto pun menyadari bahwa semua muridnya itu laki-laki. Pantas saja pada maho pikirnya.

====*tamat/bersambung?====

Bapak Jenderal

Posted in Fanfic with tags , , , on 10/29/2013 by Harucchi

daripada disebut fanfic ini lebih tepat dibilang curhatan penulisnya lol dan oh saya emang maso.

=========================

Aku tidak bisa berhenti memperhatikannya. Aku tidak bisa berhenti memperhatikan setiap gerak-gerik dari leader band-ku Alice Nine -Shou, yang sedang mengenakan kostum militer bak seorang Jenderal.

Kau tahu dia sangat cocok mengenakan kostum itu, cocok sekali dengan wataknya yang keras dan tidak mau dibantah itu.

Disinilah aku sekarang, berhadapan dengannya -setelah aku menyeretnya dari ruang make up sehabis konser Halloween tadi.

“Jadi ada apa?” Tanya nya dengan muka sedikit bingung.

“Ada yang ingin aku katakan,” Jawabku.

“Katakan saja,”

“err bagaimana bilangnya yah,” Sial, aku tidak bisa merangkai kata-kata untuk mengatakan keinginanku.

“Aku menunggu,” Dia menyilangkan kedua lengannya didada.

“Jadi begini, errrr” aku tidak bisa mengatakannya. Tuhan tolong aku.

“Kalau begitu aku pergi saja, aku sudah tidak nyaman berlama-lama memakai kostum dan make-up ini,” Dia beranjak pergi.

“Tu-tunggu Shou-kun!” Ucapku sambil menarik tangan kananannya agar tidak pergi.

“Kalau begitu katakan apa mau mu,” Dia mulai kesal. Gawat.

“bolehkahakumemelukkakimu?!” aku mengatakan keinginanku dengan cepat sehingga dia mungkin tidak mengerti yang aku katakan.

“eh?” Tuh kan dia tidak mengerti.

“Sudah lupakan saja, maaf kan aku sudah membuang waktumu.” Aku pun buru-buru pergi meninggalkannya yang tengah kebingungan.

Saat menoleh kearah nya aku bisa melihat dia masih kebingungan mencerna perkataanku.

‘Dasar Hiroto bodoh, bagaimana mungkin kau bilang pada Shou kalau kau ingin merayap dikaki nya, memeluk kakinya yang panjang itu.’ Aku mengacak-acak rambutku dengan frustasi.

==========================

SUNGGUH SAYA INGIN NGERAYAP DIKAKINYA SHOU YAAMPUN ASDFGHJL *KUMAT*

Alice in Kindergarten

Posted in Fanfic with tags , , , , , , , , , , , , , , , on 10/24/2013 by Harucchi

Title: Alice in Kindergarten
Author: Haru Sugitani
Genre: Humour (fail)
Rating: G
Warning: GAJE. Cerita ga nyambung, bahasa amburadul dan lain-lain.

==========================

Shou adalah seorang murid TK yang berusia lima tahun. Dia sangat suka sekali pergi ke TK. Bukan karena teman-temannya yang menyenangkan atau suka belajar hal baru, tapi karena dia menyukai guru TK-nya. Mei-sensei adalah cinta pertama Shou. Dia seorang wanita yang sangat cantik dan mempunyai kaki yang panjang –Shou suka orang yang berkaki panjang.

Tapi, hari ini dia sangat tidak bersemangat pergi ke TK. Karena satu-satunya alasan untuknya pergi ke TK sudah tidak ada. Kemarin Mei-sensei meninggalkannya, mencapakannya demi laki-laki lain –itulah yang ada dipikiran Shou. Mei-sensei akan menikah minggu depan.

Kalau tidak ada ancaman “tidak boleh minum susu kedelai” oleh ibu-nya, mungkin dia hanya akan mengurung diri di kamarnya sekarang. Dasar anak jaman sekarang, begitu pikir ibu-nya.

“Shou-kun jangan nakal yah, besemangatlah!” ucap ibu-nya sembari mengelus kepala Shou.
Tanpa menjawab Shou langsung masuk ke kelasnya.

========================

Begitu masuk ke dalam kelas Shou sudah disuguhi pemandangan yang sama setiap harinya. Membosankan. Saga yang terus-terusan dikejar-kejar oleh Tora yang mengajaknya bermain nikah-nikahan. Nao yang bermain masak-masakan bersama Kai. Ruki yang duduk dipojokan kelas sambil mengajak bicara boneka kesayangannya Chucky, dan yang lainnya. Bosan.

“huft ..” Shou menghela napas panjang.

“Chou-kuuuuuun, torong aku!” Teriak Saga sambil menarik seragam Shou dari belakang. Saga bersembunyi dibalik badan Shou.

“Kenapa?” Tanya Shou dengan muka datar.

“Tola telus mengikutiku, aku takut.” Jawab Saga sambil mengencangkan genggamannya diseragam Shou.

‘ah, seperti biasanya,’ ucap Shou dalam hati.

“Minggir kau Chou!” Ucap Tora lantang.

“Tenang saja tuan putli, aku akan melindungimu.” Ucap Shou membuat efek blink-blink dimata Saga. Saga pun jadi berkyaaaa ria.

Shou terpaksa berakting seperti itu, kalau tidak Saga akan menangis. Shou paling benci suara berisik.

“Minggil Chou!” kata Tora yang sekarang sudah memegang pedang-pedangan yang entah darimana datangnya.

“Tidak cemudah itu macam ompong!” ujar Shou balik menodongkan pedang-pedangannya.

Terjadilah pertarungan antara Shou dan Tora yang memperebutkan Saga – itulah yang dipikirkan Saga.
Seperti yang sudah-sudah, yang memenangkan pertarungan itu adalah yang mulia pangeran Shou.

“cakiit” Rintih Tora.

“lacakan!” Kata Saga lalu memeluk Shou erat.

Drama itupun terhenti saat kepala sekolah memasuki kelas. Semua anak-anak duduk dikursi-nya masing-masing.

“Anak-anak hari ini kalian kedatangan guru baru lho.” ucap kepala sekolah.

“Tidak mau, aku mau Mei-cencei titik!” Teriak Shou dengan muka cemberut.
“Tidak ada yang bica menggantikan Mei-cencei!” Lanjutnya lalu memalingkan tubuhnya membelakangi sang kepala sekolah.

“Chou-kun tidak boreh begitu,” kata Saga. “kan ada aku pengganti Mei-cencei dihatimu.” lanjutnya dengan muka merah. Gombal sekali Saga ini.

Tanpa mengiraukan Shou, kepala sekolah memanggil guru baru tersebut. “Ogata-san silahkan masuk,”

Kemudian munculah seseorang yang berpostur pendek, dengan rambut pirangnya yang sepertinya lembut jika disentuh. Semua anak-anak terkesima, kecuali Shou yang tengah duduk membelakangninya.

“Selamat siang anak-anak, namaku Ogata Hiroto, salam kenal!” Ujar Hiroto-sensei riang.

Semua anak menjawab salamnya dengan riang juga.
Merasa dihiraukan Shou pun membalikan badannya. Seketika muncul bunga sakura entah darimana padahal sekarang adalah musim gugur. Muka Shou langsung memerah. Sepertinya dia menyukai guru barunya ini. Cinta pandangan pertama?
Shou sudah move on rupanya.

“Cencei!! Mau kah kau menjadi pendampigku?” Ujar Shou lantang membuat suasana kelas jadi riuh.

Kepala sekolah menepuk jidatnya. Saga menangis. Tora ber”yes”ria penghalang cintanya dengan Saga sudah tidak ada lagi.

“eh?” Hiroto kehilangan kata-kata. Ditembak muridnya dihari pertamanya mengajar. Terlebih lagi oleh anak laki-laki. Kecil-kecil sudah maho. Begitu pikir Hiroto.

======TAMAT DENGAN TIDAK ELITNYA=========

AN: GAJEJJE GAJEEEEE. Buat Tanti maaf ga gw rombak lagi /terjun.

[Fanfic: ShouxHiroto] Alasan Hiroto Berhenti Merokok

Posted in Fanfic with tags , , , , , , , on 08/11/2013 by Harucchi

Title: Alasan Hiroto Berhenti Merokok
Author: Haru Sugitani
Pairing: ShouxHiroto
Genre: Humour(?), Romance
Rating: PG
Warning: bahasa amburadul dll
A/N: terinspirasi dari fanartnya mbak(?) Charlie a.ka. Shoucolate :3

Continue reading