Archive for the GazettE

『Diary』Mimpi

Posted in Diary with tags , , , , , on 01/14/2014 by Harucchi

Dua malam kemaren secara berturut-turut gw mimpiin jrocker lho XDDDD tumben dan gw mimpiin mereka, soalnya gw paling susah mimpiin para idola gw di Jepang sonoh lol

Jadi pas (lusa) kemaren malam gw mimpiin Dauto yang manggung disini di acara festival musik gitu deh. Nah gw seneng banget bisa nonton, pas nonton gw heboh sendiri soalnya disekitar gw ga ada yg gw kenal dan mereka anteng-anteng aja nontonnya. Pas di MC si Kou-chan bilang kalo lagu selanjutnya itu Aoi Tori, seketika gw langsung teriak-teriak gaje XD secara itu lagu fav gw lol terus orang-orang disekitar gw pada ngeliatin gw dengan tatapan yang seakan bilang “ini anak kenapa tah?” XDDDD
habis itu ga inget lagi, yg jelas pas konser nya udahan Hika-chan bilang mau nambah(?) lagi ga lagunya? Penonton pada diem. Ceritanya si Hika-chan itu nyuruh encor tapi krik krik aja penontonnya *kisian* dan pas gw mau teriak minta encore eh gw dibangunin emak =__=
berakhirlah mimpi indah nan gaje gw hiks *peluk Kou-chan*

Lanjut ke mimpi kemarin malam. Jadi kemarin malam gw mimpinya random abis ._____.
Dimulai dari gw ada dilokasi ditangkapnya salah satu memba gajet yg lagi mabok-mabok kan di bar sama polisi! Pas pertamanya samar-samar itu siapa yg ditangkap, soalnya muka nya non-make-up, Uru kah? Aoi kah? Pas udah deket ternyata Ao ..
Pas gitu gw tau ternyata dia dituduh ngebakar(?!) rumah atau apalah gw lupa makanya dia ditangkap! Pas ditangkap dia nyantei aja -w-a
nah ajaibnya si gajet ini lagi ada di luar negeri, lagi tur dunia :v
habis itu skip gw tiba-tiba liat Uru sama Kai. Kai pingsan gitu makanya digendong ala putri sama Uru!!!!! Dan Uru nya mukanya luka gitu kaya habis kebakar(?) gw langsung fangirlingan #lah TAPI TAPI gw kan demennya KaixUru bukan sebaliknyaaaa >__< it's oke Uru jadi uke nya Kai! Kalo ma Ao gw ga terima *langsung diinjek aouru shipper* oke lupakan yang barusan.
Nah mukanya Uru tuh khawatiiir banget sama Kai itu. Gw jg bingung tuh mahluk dua kenapa?
Apa jangan-jangan si Ao cemburu sama mereka berdua makanya ngebakar penginapan?? #dor
dan gw berpindah tempat lagi jadi di ruangan yg sama dengan Ruki. Si Ruki lagi nyiapin kamera buat ngerekam video buat isntagram nya. Gw mikir ini bola bekel #plakk sempet-sempetnya ngeksis di ig sementara temen-temennya dalam masalah ckck
habis gitu udah deh gw pindah tempat lagi. Reita? Au deh tuh orang kemana wkwkwk

Habis itu tiba-tiba dihadapan gw ada young Shou! Iya Shou muda, dengan rambutnya yang itu(?) #apeu pokonya dia ngajak ngomong gw yg gw lupa apaan orz
habis itu tiba-tiba dibelakangnya ada gajet lagi manggung (lah?) gw juga bingung itu kenapa mereka tiba-tiba ada disono -_-a
mereka pake konstum yg sama kyk di ps carnival 2009, iye pake hakama itu lhooooo
habis itu Shou pergi ninggalin gw terus dia naek ke panggung sebelahnya(?) gajet o.O lantas A9 pun menggebrak panggung, dan yg tadinya nonton gajet pindah nonton A9! Rupanya mereka lagi saingan narik penonton lol
habis entuh gajet nyanyi lagi, volume nya dikencengin, penonton balik lagi woahaha
udah gitu gw yang lagi duduk-duduk tiba-tiba ada yg manggil gw dari belakang. Ternyata temen SMP gw yg udah ga ketemu lagi semenjak lulus, anehnya mereka pake seragam SMP, dan ternyata gw juga pake seragam SMP!
Habis itu kita nostalgia, daaan lagi-lagi gw dibanguni sama emak -_____-

Random abis kan mimpinya? Pikiran gw lagi kacau banget kayaknya. Kacau karena A9 sama temen SMP :'v

[Fanfic] Alice in Kindergarten #2

Posted in Fanfic with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on 11/01/2013 by Harucchi

Title: Alice in Kindergarten
Part: 2
Author: Haru Sugisani
Genre: Au. Humour (fail)
Rating: G
Pairing: silahkan temukan sendiri #plak
Warning: bahasa amburadul, gaje dll
A/N: hell yeah ini lanjutannya! Kali ini Hiroto pemeran utamanya XDD

==========================

“Maukah cencei menjadi pendampingku?” Perkataan Shou ini berhasil membuat satu kelas menjadi ribut.
Pasalnya Shou kan sedang galau ditinggal Mei-sensei, kok sudah move on?! Sama laki-laki lagi!
Ditambah lagi dia yang paling ‘normal’ diantara murid yang lain.

Hiroto pun hanya terdiam dengan mata yang membulat. ‘apa-apaan anak ini? Kecil-kecil sudah maho begini?!’

“Nah Hiropon, aku serahkan padamu yah.” sang kepala sekolah sekaligus merangkap kakak sepupu Hiroto itu pun pergi meninggalkan kelas.

“Tu-tunggu Naoki-saaaan.”

blaam. Pintu tertutup.

‘Bagaimana ini? Ini pertama kalinya aku mengajar’ Hiroto doki doki tidak karuan. Dia cemas tidak bisa mengajar dengan baik. Pasalnya dia itu hanya seorang mahasiswa semester dua di jurusan fotografi. Tidak nyambung?

Hiroto sebenarnya dipaksa oleh kakak sepupunya Naoki, untuk sementara menggantikan salah satu guru di TKnya sebelum guru yang baru datang. Awalnya sih Hiroto menolak, tapi setelah diembel-embeli akan diberi kamera keluaran terbaru akhirnya dia setuju saja.

“Jadi bagaimana cencei?” terdengar suara yang membuat Hiroto sadar dari lamunannya.

“EEEEEHHH?!” Hiroto kaget.

“cencei, jadi mau menelimaku tidak?” Tanya Shou sambil menarik-narik celana Hiroto.

“Dengar nak, aku tidak bisa menerimamu.” ucap Hiroto sambil menyentuk puncak kepala Shou.
“Sekarang kembali duduk.”
Shou cemberut lalu duduk dikursinya.

Hiroto menarik napas nya dalam-dalam. “Baiklah anak-anak, karena aku sudah memperkenalkan diri, sekarang bagaimana kalau giliran kalian yang memperkenalkan diri kepadaku?” Ujar Hiroto dengan ceria.

“Baik cenceeeei!” Kompak semuanya.

“Dimulai dari kamu yah,” Hiroto menunjuk salah seorang murid yang berambut hitam dengan bibir yang mirip seperti bibir ikan gurame.

“Aku?” Tanya anak itu. Hiroto mengangguk mantap.

“Halo cencei, namaku Shiroyama Yuu. Sepelti yang cencei liat, aku ini sangat kelen kan?” ucap anak yang bernama Aoi dengan narsisnya lalu kembali duduk dikursinya.
Hiroto hanya tertawa melihat tingkah Aoi itu.

“Selanjutnya,” Ucap Hiroto.
Lalu berdirilah salah seorang anak yang bangkunya disebelah Aoi.

“Halo cencei, namaku Matsumoto Luki. Dan ini Chucky boneka kesayanganku.” anak yang menyebut dirinya Luki itu pun mengangkat boneka Chucky nya. Hiroto bergidik ngeri melihat boneka menyeramkan itu.

“salam kenal Luki-chan” ucap Hiroto dengan muka horor.

“Luuuki cencei, Luuuki!!” protes anak itu.

“Iya, aku kan bilang Luki.”

“Bukan namaku L-U-K-I!!” anak itu berteriak frustasi.

“maaf sensei, aku mau menyela sebentar. Namanya Ruki bukan Luki. Karena cadel dia tidak bisa menyebut namanya dengan benar.” celetuk seorang anak yang kebetulan tidak cadel.

“oh? Aku minta maaf Ruki-chan.” Hiroto membungkuk meminta maaf. Ruki hanya menggembungkan pipinya.

“celang gililanku! Namaku Mulai Naoyuki, cencei bica memanggilku Nao. Aku cangat cuka cekali makan, impianku membuka lestolan yang becar dan Kai-kun menjadi kokinya!” ujar Nao bersemangat.

“salam kenal Nao-chan. Selanjutnya,”

“Salam kenal sensei. Namaku Uke Kai. Walaupun namaku Uke tapi sebenarnya aku ini seme nya Nao. Aku sangat ingin menjadi koki nomor satu. Terimakasih.” Ujar anak yang tidak cadel tadi memperkenalkan dirinya yang berhasil membuat Hiroto syok.

‘apa-apaan ini?! Darimana dia tau istilah seme uke?!’

“haro cencei. Namaku Amano Tola. Cita-cintaku ingin menjadi guru seperti cencei. Dan menikahi Cagacchi hehe” ucap Tora yang berhasil membuat sebuah buku melayang kekepalanya dari arah Saga.

‘ya Tuhan ada apa dengan anak-anak ini?’ Hiroto sudah tidal tahu lagi harus berbuat apa.

“namaku Cakamoto Caga. Aku sangat menyukai Chou-kun, jadi jangan coba-coba melebutnya daliku.” Saga mendelik. Hiroto headbang.

“Namaku Kohara Chou. Aku cangat cuka dengan orang yang imut ceperti cencei hee.” muka Shou bersemu merah.

‘ YA TUHAN TOLONG HAMBAMU INI!!’ Hiroto sekarang sedang mojok.

***

Akhirnya perkenalan yang amat panjang dengan 20 muridnya sudah selesai.

“Pesan sensei mulai dari sekarang kalian harus mencari teman perempuan, kalau bisa jadikan pacar!” Ujar Hiroto saking stres nya menyuruh anak 5 tahun untuk mencari pacar ckckck.

“Tapi tidak ada anak perempuan disini sensei!” Ujar Kai.

“eeh?” Dan Hiroto pun menyadari bahwa semua muridnya itu laki-laki. Pantas saja pada maho pikirnya.

====*tamat/bersambung?====

Alice in Kindergarten

Posted in Fanfic with tags , , , , , , , , , , , , , , , on 10/24/2013 by Harucchi

Title: Alice in Kindergarten
Author: Haru Sugitani
Genre: Humour (fail)
Rating: G
Warning: GAJE. Cerita ga nyambung, bahasa amburadul dan lain-lain.

==========================

Shou adalah seorang murid TK yang berusia lima tahun. Dia sangat suka sekali pergi ke TK. Bukan karena teman-temannya yang menyenangkan atau suka belajar hal baru, tapi karena dia menyukai guru TK-nya. Mei-sensei adalah cinta pertama Shou. Dia seorang wanita yang sangat cantik dan mempunyai kaki yang panjang –Shou suka orang yang berkaki panjang.

Tapi, hari ini dia sangat tidak bersemangat pergi ke TK. Karena satu-satunya alasan untuknya pergi ke TK sudah tidak ada. Kemarin Mei-sensei meninggalkannya, mencapakannya demi laki-laki lain –itulah yang ada dipikiran Shou. Mei-sensei akan menikah minggu depan.

Kalau tidak ada ancaman “tidak boleh minum susu kedelai” oleh ibu-nya, mungkin dia hanya akan mengurung diri di kamarnya sekarang. Dasar anak jaman sekarang, begitu pikir ibu-nya.

“Shou-kun jangan nakal yah, besemangatlah!” ucap ibu-nya sembari mengelus kepala Shou.
Tanpa menjawab Shou langsung masuk ke kelasnya.

========================

Begitu masuk ke dalam kelas Shou sudah disuguhi pemandangan yang sama setiap harinya. Membosankan. Saga yang terus-terusan dikejar-kejar oleh Tora yang mengajaknya bermain nikah-nikahan. Nao yang bermain masak-masakan bersama Kai. Ruki yang duduk dipojokan kelas sambil mengajak bicara boneka kesayangannya Chucky, dan yang lainnya. Bosan.

“huft ..” Shou menghela napas panjang.

“Chou-kuuuuuun, torong aku!” Teriak Saga sambil menarik seragam Shou dari belakang. Saga bersembunyi dibalik badan Shou.

“Kenapa?” Tanya Shou dengan muka datar.

“Tola telus mengikutiku, aku takut.” Jawab Saga sambil mengencangkan genggamannya diseragam Shou.

‘ah, seperti biasanya,’ ucap Shou dalam hati.

“Minggir kau Chou!” Ucap Tora lantang.

“Tenang saja tuan putli, aku akan melindungimu.” Ucap Shou membuat efek blink-blink dimata Saga. Saga pun jadi berkyaaaa ria.

Shou terpaksa berakting seperti itu, kalau tidak Saga akan menangis. Shou paling benci suara berisik.

“Minggil Chou!” kata Tora yang sekarang sudah memegang pedang-pedangan yang entah darimana datangnya.

“Tidak cemudah itu macam ompong!” ujar Shou balik menodongkan pedang-pedangannya.

Terjadilah pertarungan antara Shou dan Tora yang memperebutkan Saga – itulah yang dipikirkan Saga.
Seperti yang sudah-sudah, yang memenangkan pertarungan itu adalah yang mulia pangeran Shou.

“cakiit” Rintih Tora.

“lacakan!” Kata Saga lalu memeluk Shou erat.

Drama itupun terhenti saat kepala sekolah memasuki kelas. Semua anak-anak duduk dikursi-nya masing-masing.

“Anak-anak hari ini kalian kedatangan guru baru lho.” ucap kepala sekolah.

“Tidak mau, aku mau Mei-cencei titik!” Teriak Shou dengan muka cemberut.
“Tidak ada yang bica menggantikan Mei-cencei!” Lanjutnya lalu memalingkan tubuhnya membelakangi sang kepala sekolah.

“Chou-kun tidak boreh begitu,” kata Saga. “kan ada aku pengganti Mei-cencei dihatimu.” lanjutnya dengan muka merah. Gombal sekali Saga ini.

Tanpa mengiraukan Shou, kepala sekolah memanggil guru baru tersebut. “Ogata-san silahkan masuk,”

Kemudian munculah seseorang yang berpostur pendek, dengan rambut pirangnya yang sepertinya lembut jika disentuh. Semua anak-anak terkesima, kecuali Shou yang tengah duduk membelakangninya.

“Selamat siang anak-anak, namaku Ogata Hiroto, salam kenal!” Ujar Hiroto-sensei riang.

Semua anak menjawab salamnya dengan riang juga.
Merasa dihiraukan Shou pun membalikan badannya. Seketika muncul bunga sakura entah darimana padahal sekarang adalah musim gugur. Muka Shou langsung memerah. Sepertinya dia menyukai guru barunya ini. Cinta pandangan pertama?
Shou sudah move on rupanya.

“Cencei!! Mau kah kau menjadi pendampigku?” Ujar Shou lantang membuat suasana kelas jadi riuh.

Kepala sekolah menepuk jidatnya. Saga menangis. Tora ber”yes”ria penghalang cintanya dengan Saga sudah tidak ada lagi.

“eh?” Hiroto kehilangan kata-kata. Ditembak muridnya dihari pertamanya mengajar. Terlebih lagi oleh anak laki-laki. Kecil-kecil sudah maho. Begitu pikir Hiroto.

======TAMAT DENGAN TIDAK ELITNYA=========

AN: GAJEJJE GAJEEEEE. Buat Tanti maaf ga gw rombak lagi /terjun.